Hubungi kami! Konsultasi gratis dan akan di ajari langsung oleh mentor terkenal di Indonesia.

Analisa Forex Dengan Stochastics Oscilator

Analisa Forex Dengan Stochastics Oscilator – Investasi forex atau terkenal dengan istilah trading forex merupakan hal yang sangat populer saat ini. Forex trading merupakan kegiatan jual beli mata uang secara terus-menerus dalam waktu jangka waktu lama. Dari trading forex, trader bisa mendapatkan profit yang besar bahkan hingga 100%. Saat melakukan trading forex, terdapat berbagai metode dan strategi, yang bisa terapkan saat trading. Selain itu ada pula beberapa teknik yang digunakan untuk menganalisa forex, salah satunya dengan menggunakan indikator Stochastics Oscilator.

Apa Itu Stochastics Oscilator pada Forex?

Stochastics Oscilator, atau sering disebut stochastic merupakan indikator oscillator yang memiliki fungsi mengukur tingkat kejenuhan pasar. Setiap indikator umumnya memiliki kelebihan dan kekurangan, stochastic mempunyai signal jual beli tidak seperti indikator RSI yang sering digunakan para trader. Indikator stochastic menjadi indikator tertua yang sangat terkenal untuk para trader pemula. Selain melihat kejenuhan pasar, stochastic juga bisa mengukur kekuatan harga pasar. Selain itu, indikator ini juga dapat memudahkan Anda menemukan waktu yang tepat untuk melakukan entry point. Stochastic sering sekali digunakan karena bisa memberikan profit dengan tingkat konsistensi yang baik.

Bagaimana Menganalisa Forex Menggunakan Stochastic Oscilator?

Pada stochastic, ada dua garis yaitu %K dan %D dengan warna yang berbeda. Anda bisa menyesuaikan warna garis dengan keinginan Anda. Hal lainnya adalah area overbought dan oversold. Pasar bisa dikatakan overbought jika nilai dari stochastick lebih dari angka 80. Sedangkan, pasar dikatakan oversold bila berada kurang dari 20. Stochastic bisa membantu menentukan momen entry melalui sinyal yang diberikan. Sinyal disini merupakan perpotongan dari kedua garis tersebut. Sinyal “sell” yang baik akan muncul saat stochastic ada di area overbought. Di lain sisi, sinyal “buy” yang baik berada saat stochastic di area oversold.

Baca juga :  Demo Belajar Forex Menggunakan Aplikasi Android

Namun, dalam mengartikan sinyal dari stochastic, Anda juga harus berhati-hati. Stochastic juga bekerja baik saat pasar berada di kondisi sideway. Saat pasar sedang trending, stochastic juga masih bisa digunakan sebagai referensi. Anda harus perhatikan sinyal yang muncul yang searah dengan tren yang sedang terjadi. Saat downtrend, yang harus dicari adalah sinyal sell, sedangkan sinyal buy dicari saat uptrend. Dengan kata lain, lakukan buy saat uptrend dan lakukan sell saat downtrend.

Add a Comment

Translate ยป